Selasa, 27 Agustus 2013

Pola Hunian Manusia Praaksara

Minggu terakhir banyak banget yg nyari artikel sejarah tentang pola hunian manusia purba (pra aksara) tapi di Google masih jarang dan kalo pun ada artikelnya kurang jelas. Tapi tenang aja karena susah nyarinya, jadi gw putusin buat mempublikasikan yah hasil karya gw setelah baca buku setumpuk  terus gw rangkum jadi segini demi kalian semua. Selamat Membaca

Kehidupan manusia pada masa prasejarah tergantung pada lingkungan dan penguasaan teknologi. Sumber-sumber subsistensi dari lingkungan ditambah dengan penguasaan teknologi pada masa itu, mengakibatkan pola kehidupan berburu dan mengumpulkan makanan. Selain itu, manusia juga memanfaatkan bentukan alam untuk mempertahankan hidupnya. Oleh karena itu, gua dan ceruk menjadi salah satu alternatif tempat tinggal bagi manusia pada masa prasejarah.

Selain sumber daya yang memadai, aspek-aspek fisik lingkungan merupakan faktor penting lainnya yang menentukan kelayakan suatu lokasi untuk permukiman. Dalam kaitannya dengan hunian gua, faktor-faktor tersebut meliputi morfologi dan dimensi tempat hunian, sirkulasi udara, intensitas cahaya, kelembaban, kerataan dan kekeringan tanah, dan kelonggaran dalam bergerak.


Masyarakat pemburu dan pengumpul makanan menggunakan gua atau ceruk untuk lokasi hunian, baik itu secara menetap maupun sementara. Ketergantungan masyarakat tersebut terhadap sumberdaya lingkungannya mengakibatkan ada pola yang berbeda-beda pada setiap wilayah. Sumberdaya lingkungan dan morfologi gua yang berbeda-beda mengakibatkan adanya tipe-tipe hunian yang bervariasi. Tipe yang muncul menunjukkan adanya satu lokasi yang menjadi pusat (central place) dari aktivitas dan mempunyai lokasi-lokasi lainnya sebagai pendukung dalam melakukan aktivitas dan juga tempat beraktivitas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar